Langsung ke konten utama

Baalveer: antara dongeng dan modernitas

source.net
Dengan memanggil namanya, dia akan datang untuk menyelamatkan. Dengan melihatnya di tv, dia muncul bak superhero abad 20 yang begitu terkenal.
Julukannya ‘pahlawan penyelamat anak-anak’.

Serial India sedang membanjiri tanah air. Dimulai dari film, sinetron, hingga artis dari negeri Bollywood itu dicintai tayang di Indonesia. Hampir setiap tv terdapat tayangan yang berasal dari India. Salah satu serial drama yang saat ini hadir setiap hari di tv (sebut saja antv) menjadi salah satu tayangan favorit anak-anak. Baalveer, seorang anak yang terlahir dari peri bernama Baal Peri menjadi sosok yang paling dicintai anak-anak. Dengan baju berwarna oren, berselendang merah, serta tongkat sakti sebagai senjatanya, membuat dia dijuluki pahlawan bagi anak-anak. Di sela-sela pekerjaannya menyelamatkan anak-anak, dia pun sering muncul di tv. Mengapa Baalveer di tv?
Beberapa episode Baalveer, ia sering tampil untuk mengklarifikasi segala hal yang berkaitan dengan anak-anak. Terutama yang berkaitan dengan keselamatan anak-anak. Pada salah satu episode misalnya,
“Anak-anak di bumi (begitu kata Baalveer dan peri-peri) terkena pewarna ajaib yang tidak bisa hilang meski sudah dibersihkan dengan air. Rupanya pewarna tersebut berasal dari peri jahat (Saranggi peri) yang menjadikan Hari Holi untuk menghilangkan ingatan anak-anak melalui pewarna buatannya. Baalveer pun dimintai para orang tua untuk dapat menghilangkan pewarna itu dari wajah anak-anak.
Pendek cerita, setelah Baalveer berhasil mendapatkan ramuan untuk menghilangkan pewarna tersebut, Baalveer pun diwawancarai melalui salah satu stasiun tv tentang keberhasilannya mendapatkan ramuan untuk anak-anak. Ia muncul di tv sembari menebar senyum karena sebentar lagi penderitaan anak-anak segera berakhir.”
Kenapa Baalveer harus mengadakan wawancara di tv ???
Sebenarnya mengganggu penalaran mengenai Baalveer dan kemunculannya di tv. Kok bisa Baalveer dikisahkan sungguh dekat dengan kemodernan, namun sungguh gaib akan sosoknya. Menarik, namun mengganggu pikiran. Episode yang lain bahkan pernah mengisahkan pertarungan Baalveer dengan Iblis justru ditayangkan secara live melalui tv. Semua orang menyaksikannya bagaimana Baalveer beradu kekuatan dengan Iblis yang menyerang anak-anak.
***
Kisah yang seperti itu memang bukan yang pertama. Namanya juga kisah fiksi yang seharusnya tayangan itu ditonton untuk anak-anak. Namun nyatanya, penontonnya terdiri dari beragam usia, dimulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga orang tua semuanya tentu pernah menyaksikan Baalveer ini.
Drama serial memang memiliki keunikannya tersendiri untuk bisa bersaing dan bertahan dalam episode yang lama. Salah satunya serial Baalveer ini dengan segala ketidaknyambungannya antara dunia peri dan dunia manusia, antara alam peri dengan bumi, antara manusia dan peri-peri, akan tetap menjadi seperti itu meski jelas-jelas tak ada yang percaya mengenai kisahnya.

Bal..Bal..Bal..Bal..Bal..Bal..veeeer
Mo..mo..mo..mo..mo..mon..tuuuuu
Ma..ma..ma..ma..ma..ma..naaaaf
Me..me..me..me..me..me..heeer

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Yang Fana adalah Waktu

Judul Buku : Yang Fana Adalah Waktu Penulis : Sapardi Djoko Damono Tahun Terbit: 2018 Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Tebal : 146 halaman ISBN : 978-602-03-8305-7 Genre : Fiksi Pernah menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship ? Bagaimana rasa rindunya? Bagaimana penantiannya? Bagaimana rasa saling percaya yang ditumbuhkan? Begitu pun bagaimana menjaga hati agar tetap setia? Barangkali novel ketiga dari Trilogi Hujan Bulan Juni milik Sapardi Djoko Damono bisa menggambarkannya. Sinopsis Berkisah tentang Sarwono yang ditinggal pergi kekasihnya Pingkan, untuk menempuh pendidikan di Jepang. Mereka menjalani hubungan jarak jauh Solo-Kyoto Jepang, tapi tetap saling kirim kabar. Hingga suatu hari kepercayaan diantara keduanya sempat pudar, sebab ada orang ketiga yang membuatnya nyaman. Hal yang paling sulit dari hubungan jarak jauh adalah menjaga perasaan. Masing-masing dari mereka paham betul hati mereka tertuju pada siapa. Tapi, y...

Lepas Setahun

Tepat di tanggal hari ini adalah setahun aku berhenti kerja dari seorang marketing di bidang kesehatan. Alasan memilih berhenti yang sudah aku pertimbangkan dengan matang, adalah memilih keluarga. Hasilnya, sebulan aku dihadiahi dengan positif kehamilan. Tapi kenangan itu masih tetap ada, juga pengalaman.  Sempat terpikir ketika masih bekerja dan belum menikah, aku memiliki keinginan untuk menjadi ibu rumah tangga. Rasanya lelah bekerja dari pagi hingga sore, dan baru gajian di akhir bulan membuat pikiran semacam itu terlintas. Aku ingin dinafkahi saja, dan menikmati hasil kerja suami tanpa berusaha sendiri. Hasilnya, pikiran yang hanya sekelebat itu terwujud sudah setahun lamanya.  Semua yang aku bayangkan waktu masih bekerja dulu ternyata jauh dari kenyamanan. Sehari, dua hari, sampai seminggu, rasanya bosan sekali berada di rumah sendirian. Aku bingung hendak melakukan kegiatan apa. Pekerjaan rumah yang tiada habisnya, atau menonton episode drakor yang berganti setiap mingg...