“Zaki!” “Hadir Bu!” “Zata!” “Hadir Bu!” “Baik sekarang kita lanjutkan pelajaran minggu lalu...” tutup ibu guru selesai mengabsen murid-muridnya. Ya, begitulah selama tiga tahun daftar absen selalu sama, Zaki dan Zata. Tiga nama terakhir yang selalu satu kelas selama SMA. Mendengar namanya terpanggil, kemudian namaku terpanggil, bagaikan tulisan nama pada undangan pernikahan. Iyaa, itu bayanganku terhadapnya. Bayangan yang selalu muncul setiap kali guru mengabsen murid-muridnya. Senyum terpancar merekah dari wajahku yang lugu dan pendiam. Yaa hanya bayangan dan selalu membayangkan sosoknya. Zaki laki-laki berkulit putih, kacamata hitam, rambut lurus dan selalu terlihat rapi namun tak pernah terlihat cupu. Zaki seorang siswa SMA yang mengambil ekstrakurikuler musik sebagai vokalis band dan pencinta alam yang banyak digandrungi oleh wanita-wanita di sekolah ini. Ah, aku hafal jika harus mendeskripsikan sosoknya secara detail. Selama ini aku ha...