Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #30HariMenulis #himakom

Zaki yang Tak Kembali

“Zaki!”  “Hadir Bu!” “Zata!”  “Hadir Bu!” “Baik sekarang kita lanjutkan pelajaran minggu lalu...” tutup ibu guru selesai mengabsen murid-muridnya.  Ya, begitulah selama tiga tahun daftar absen selalu sama, Zaki dan Zata. Tiga nama terakhir yang selalu satu kelas selama SMA. Mendengar namanya terpanggil, kemudian namaku terpanggil, bagaikan tulisan nama pada undangan pernikahan. Iyaa, itu bayanganku terhadapnya. Bayangan yang selalu muncul setiap kali guru mengabsen murid-muridnya. Senyum terpancar merekah dari wajahku yang lugu dan pendiam. Yaa hanya bayangan dan selalu membayangkan sosoknya. Zaki laki-laki berkulit putih, kacamata hitam, rambut lurus dan selalu terlihat rapi namun tak pernah terlihat cupu. Zaki seorang siswa SMA yang mengambil ekstrakurikuler musik sebagai vokalis band dan pencinta alam yang banyak digandrungi oleh wanita-wanita di sekolah ini. Ah, aku hafal jika harus mendeskripsikan sosoknya secara detail.  Selama ini aku ha...

Sedang Tak Ingin...

Sedang tak ingin menulis panjang meski niat awal ingin menulis cerpen Sedang tak ingin menulis panjang meski masih semangat untuk berpikir Sedang tak ingin menulis panjang hanya sekadar cerita kecil Cerita di perjalanan ketika aku hendak ke kampus Ya, ketika aku di sebuah jalan Jalan yang hampir kulewati setiap hari Hafal dan sangat hafal kondisi jalan Hingga bangunan di kanan-kirinya Malam ini ditemani rintikan hujan Roda motor mengantarku ke kampus Di sebuah jalan yang biasa kulewati Terlihat sosok nona manis hendak menyeberang Entah mengapa jalannya terlihat “aneh” Entah benar atau tidak namun ini hanya dugaanku Nona manis seakan sedang menggoda pengguna jalan Dengan baju hitam ketat dan tas dipundaknya Ah, ku berdoa semoga aku salah duga Sebagai sesama wanita, sedih melihat dia yang demikian Semoga ku salah kira Bahwa dia bukanlah yang demikian Sedang tak ingin melanjutkan cerita ini Karena aku tak dapat bercerita lebih Sebagai...

Berpikiran Sama

Pernahkah terpikirkan bahwa pikiran yang sama bukan hanya ada pada anak kembar? Ternyata orang yang sedang berkendara juga sering memiliki pikiran yang sama. Sama dalam hal ini berarti ketika seseorang sedang mengandarai kendaraanya, maka hal yang ada dipikirannya adalah kendaraan, motor, mobil dan rambu-rambu. Jika lampu merah pasti semua berhenti. Jika hijau sudah pasti mereka jalan. Coba bayangkan, pikiran yang paling sama adalah ketika seorang pengendara berpapasan dengan pengedara lain persis di depannya. Refleknya pasti ada dua, jika berhenti maka keduanya berhenti dan tidak ada kecelakaan, jika tambah kecepatan pasti dua-duanya akan ngerem mendadak dan terjadilah kecelakaan. Berarti mau berhenti ataupun melaju terus pengendara akan memikirkan hal yang sama. Lucunya ketika kita sedang mengendarai sendiri kendaraan yang kita naiki, melihat kendaraan lain berhenti juga ketika berpapasan itu bisa dikatakan not responding hehe. Ada kali membutuhkan waktu tiga detik diam kedua-...

Kartun Anak kok Kisahnya Pacaran?

Pacaran zaman sekarang sudah dianggap hal yang lumrah oleh banyak orang. Melihat orang pacaran di tempat umum biasa-biasa saja. Rasanya negeri ini sudah menjadi duplikatnya budaya barat. Pacaran menjadi tidak lumrah jika dimasukkan ke dalam tayangan anak-anak, khususnya kartun yang paling banyak digemari anak-anak. Betapa kagetnya menonton tayangan Avatar kartun anak yang tayang sore hari, di situ ada dialog seorang anak kecil mengatakan, “Aku tau bagaimana caranya menarik perhatian laki-laki,” sembari senyum bangga dan bahagianya bocah sekecil itu berkata demikian. Dalam hatiku, “Whaaaaat! Apaaa, anak kecil sudah bisa menarik perhatian lawan jenis dengan centilnya, kalau besar bakal jadi apa?!!”. Sedih, memalukan bagiku melihat kartun dengan dialog yang tidak sewajarnya diucapkan oleh seorang anak kecil. Memang kebanyakan kartun yang tayang di televisi Indonesia adalah kartun hasil impor dari luar negeri. Negara Jepang adalah negara produksi kartun yang paling banyak, tidak hera...

Aku yang Egois

Tak gampang menulis judul di atas. Tapi ini mencoba membuka mata, melapangkan dada, melihat kenyataan bahwa aku sekarang ini agaknya menjurus ke arah demikian. Yang ingin kuucap sebagai pembuka adalah “maaf”. Maaf untuk segala ke-egoisanku sekarang ini. Aku merasa kalian tak menjadi prioritas teman bermainku lagi. Dengan segala perbedaan jarak, kesibukan, dan kepentingan masing-masing, tak dipungkiri sekarang ini kita teramat jarang untuk bertatap muka. Bahkan sekadar menyapa lewat smspun tidak. Paling-paling hanya Lani yang masih sering mengirim pesan tentang keadaannya, dan bagiku itu hal yang tak terlalu penting, hehe. Meski aku kadang tertawa sendiri membaca sms Lani. Kawan, sekarang ini berapa sering kita bertemu lengkap berempat seperti masa SMP dulu? berapa sering kita bermain berempat untuk berkaraoke dan makan bersama? dalam tahun ini saja adakah kita kumpul berempat untuk merayakan ulang tahun masing-masing? Renungkan sendiri, apakah ada jawaban iya dari pe...

Ora opo-opo Ras!

Pagi yang cerah ditemani nyanyian burung dan sesekali suara motor. Ya, hari ini kuliah libur, maklum weekand. Tapi aku memaksakan diri ke kampus untuk mengikuti jadwal kuliah pengganti. Jalanan terasa lengang, menyebrangpun bisa setiap saat dilakukan. Karena aku berangkat terlalu pagi akhirnya aku mengunjungi kos salah satu temanku, Laras. Begitu sampai di sana aku tak melihat wujudnya, meski di luar sandal biru cerah masih ada di depan pintu yang biasa dia gunakan. Pantas saja, ketika di kamarnya yang aku temui justru Eci, dia sedang memandang hp-nya, entah sedang sms atau sedang online. Rupanya Laras baru mandi, suaranya yang masih serak dia paksakan untuk bernyanyi di kamar mandi. Melihat kamar temanku yang satu ini memang tidak seperti biasa. Tisu ada di mana-mana, dan benda-benda kecil entah itu sampah atau bukan berserakan di lantai. Tadinya aku biasa saja, toh aku sudah pernah melihat kamar yang lebih berantakan daripada ini. Begitu Laras selesai mandi, dia kaget meliha...

Cemas

Entah pikiran, perasaan atau tindakan Ketika perasaan itu datang, hati kita seakan ditabuh genderang Tidak tenang, dan merasa gelisah Sebuah penantian ataupun perasaan was-was Konsentrasi menjadi buyar Pikiran tak fokus menjadi terpecah belah Firasat buruk mulai datang Menandakan sesuatu yang buruk akan tiba Mungkin ini hanya perasaan berlebihan Di kala hati menjadi tak tenang Tindakan ikut mengalir bersamanya Kecemasan menyelimuti semua Bagaimana bisa tenang? Hal yang dinanti tak kunjung datang Akankah memang tak akan datang Kecemasan ini menjadi kenyataan Mencoba berpikir positif Meski segalanya seakan rumit Cemas ini masih menyelimuti Berharap hilang dan yang dinanti kembali Konsentrasi dibutuhkan Tenang juga diharapkan Meski cemas tak kunjung hilang Maka doa kita panjatkan

Ungkapan Kata

Mungkin aku tak dapat menulis rangkaian kata seindah lirik lagunya Gita Gutawa “Rangkaian Kata” Mungkin aku tak dapat menulis cerita seromantis “Rectoverso” yang dibuat Dewi Dee Lestari Mungkin aku tak dapat membuat cerita yang penuh semangat layaknya novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata Tapi yang jelas, aku bangga karena aku menulis ini dari hati... Memang, menulis dari hati saja tidaklah cukup untuk dapat menghasilkan sebuah karya besar. Aku tak memiliki bakat menulis, hanya saja aku menyenangi aktivitas ini. Apa pun yang kulakukan, jika aku ingin mengabadikannya, menulis adalah langkah yang kuambil. Daripada berfoto-foto ria, menulis rangkaian kisah lebih bermakna untukku. Kata demi kata yang kutulis mengalir begitu saja, seakan apa yang dipikirkan selaras dengan hentakkan jari-jariku pada keyboard. Begitu dibaca tak begitu indah memang, namun aku senang tiap kali dapat menyelesaikan satu tulisan. Melalui #30HariMenulis ini langkah awal untukku berlatih meny...

Politik Merambah Dunia Maya

Mendekati pilpres banyak media yang gencar memberitakan tentang capres dan cawapres. Tak terkecuali di dunia maya, bahkan jejaring sosial. Khususnya medsos (media sosial) yang paling banyak digunakan yaitu facebook dan twitter . Ketika sedang asyik bermain medsos, tiba-tiba muncul iklan yang isinya tentang capres dan cawapres. Bukan hanya sekadar iklan tentang dukungan terhadap capres tersebut, namun seringkali iklan yang ada di medsos memberitakan tentang keburukan-keburukan capres dan cawapres. Dunia politik memang dengan mudah merambah di segala bidang. Media sosial yang mayoritas banyak digunakan kalangan anak muda untuk sekadar bermain di dunia maya, sekarang ini justru digunakan sebagai ajang kampanye. Remaja sebagai pemilih awal akan dengan mudah disuguhi berbagai macam iklan-iklan politik. Dukungan bagi para capres melalui medsos boleh-boleh saja, apalagi hal itu sekaligus untuk memperkenalkan capres dan cawapres bagi remaja yang notabene tidak terlalu senang denga...

Semangat ini

Semangat ini masih terselimuti kabut, hingga malu dan samar-samar menampakkan dirinya Tak ada lagi ambisi untuk mencapainya Mungkin bukan saat ini, atau memang tidak sama sekali Semangat ini memang belum padam Hanya saja belum terlalu nampak Tindakan ini ikut terbawanya Menjadi malas dan biasa-biasa saja Semangat ini butuh dibangunkan Dari tidur panjang di musim penghujan Sekarang aku membutuhkannya Tapi nyatanya masih belum ditemukan Aku mencari walau kadang lelah sendiri Mengitari dan berkeliling, mencari sampai ke tempat tersembunyi Barangkali semangat itu mau datang sendiri Tapi sepertinya itu akan mustahil Semangat ini, mulai bicara Mengatakan dirinya ada di suatu tempat Tempat yang teramat dekat denganku berada Tapi itu membuatku bertanya-tanya Hingga aku termenung, hampir hilang harapan padanya Namun aku justru merasakan kehadirannya Teramat dekat dan penuh kehangatan Nyantanya dia tak kemana-mana Aku baru menyadari ...

Diam

Susah merepresentasikan seseorang jika sedang diam. Kita tanya takutnya sedang marah, kita diam takutnya dia sedang ingin dipedulikan.   Aku diam saat aku marah. Susah meluapkan emosi, mungkin karena tak terbiasa juga untuk marah. Tapi marah yang dipendam dalam hati juga bukan sesuatu yang baik. Orang bilang, luapkanlah emosi karena itu akan melegakkan hatimu. Orang lain bilang, jangan terlalu lantang jika sedang marah, bisa-bisa kamu sakit jantung.  Semuanya benar, tapi tak selamanya benar.  Orang bijak bilang, manusia itu sabar ada batasnya. Jika sabar dalam hal ini berarti diam, kita bisa saja diam setiap saat terhadap segala kondisi yang menimpa diri kita dan itu akan membuat kita menjadi sakit. Sakit karena menahan luapan emosi, sakit karena tak bisa terlalu lama menahan diri, sakit karena kita tak bisa bersuara.  Diam seribu bahasa, pasti sering dengar kalimat tersebut. Diam seribu bahasa artinya kata diam memang dapat menimbulkan banyak arti. Or...

Anak Rumah vs Anak Kos

“Ayoo selesai rapat main dulu...” teriak salah satu anak kos yang kosannya dekat kampus. “Ah jangan ah, aku mau langsung pulang aja,” sela salah seorang anak rumah. Yaa begitulah sedikit gambaran perbedaan cara bermain anak kos dan anak rumahan. Bukan cara bermain juga sebenarnya, lebih tepatnya pengawasan yang dilakukan ketika berada di rumah dibandingkan saat berada di kosan. Jelas hal itu sangat berbeda. Biasanya anak kos paling gemar jika diajak jalan-jalan. Sekalipun jalan-jalan itu hanya sekadar jalan keliling kampus dan masih di sekitar kosan. Tapi yang terjadi, momen selesai rapat kegiatan mahasiswa di luar kampus justru digunakan untuk jalan-jalan. Jalan-jalan seakan agenda wajib sekalipun itu bukanlah agenda terpenting. Dan meskipun jalan-jalan sudah diagendakan sendiri, dalam kepengurusan organisasi biasanya hal itu dilakukan lebih dari satu kali. Jalan-jalan bersama teman-teman organisasi bagaikan obat paling mujarab di tengah deadline acara yang belum tere...

Takut

Malam, ramai, gelap, bintang dan bulan Gambaran malam ini ketika aku melewati jalan Penuh sesak kendaraan karena ada pameran Bukan itu yang dipermasalahkan, namun suatu hal yang membuatku merasa ketakutan Entah wajar, entah tidak Rasa takut ini datang tiap kali aku diperjalanan Rasa takut ini datang ketika ngantuk mulai menghadang Rasa takut ini menguasai alam bawah sadar ketika aku hendak terlelap Aku memang masih di kendaraan Rasanya tempat tujuan begitu lama ku nantikan Aku ingin cepat sampai Aku ingin lepas dari selimut ketakutan Bukan mimpi buruk, bukan kenyataan Rasa takut ini hanya sekadar perasaan Perasaan yang teramat besar menguasai diriku yang setengah sadar Antara tidur atau tersadar Aku dikuasai ketakutan Bukan ini yang kuinginkan Aku tak mau terus merasa ketakutan Aku tak mau dilanda kekhawatiran Dari rasa takut yang terlanjur teramat besar datang di pikiran Ah, akhirnya aku sampai Tak usah terlalu dipikirkan Lebih ...

Menuju Tengah Malam

Ini kisah bukan tentang setan yang biasa kalian dengar Tengah malam waktu yang tenang Untuk kita berpikir lepas, bebas dan bersantai ria Melepas penat dari seharian bekerja, kuliah atau sekolah Aku memilih bersandar di depan keyboard hitam Menghentakkan jari jemariku, walau itu bukan untuk tulisan Hampir tengah malam, belum ada niatan untuk menulis Rasanya setengah hati, lebih tepat malas Meski sempat terpikir beberapa waktu silam Nyatanya pikiran itu hilang terbawa ombak dunia maya Jari jemariku mengajak cursor untuk berselancar Derasnya ombak dunia maya membuatku ketagihan Larutnya malam, aku baru teringat Mandat itu belum ku selesaikan Membuka Microsoft Word adalah pilihan yang tepat Ku coba rentangkan jari dan ku tekan-tekan Satu demi satu huruf tersusun menjadi rangkaian kata Inginku selesaikan segera, namun sms terus menerus datang Lagi-lagi tugas ini kutinggalkan Aku terlalu meremehkan, aku terlalu membuat gampang Hasilnya hanya demi...