Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #GaleriPertemanan

Ditya Menikah

Foto diambil sekitar jam 9 malam, udah pada pulang :( Aku bingung mau ngomong apa. Jangankan ngucapin selamat, pertama ketemu malah langsung peluk erat.  Tau apa yang diucap? Ngga ada. Kami cuma saling tangis. Beberapa detik, hitungan menit. Di tengah tarub antara pondokan dan meja buku tamu.  Tadinya udah nyiapin rentetan permintaan maaf karena datang telat, dan rapalan doa untuk kehidupannya setelah menikah. Tapi, kata-kata itu tertelan di tenggorokan dan berganti dengan sesenggukan.  Sungguh, bego pake banget. Temenku menikah, dan aku datang tanpa mengucap selamat, apalagi maaf karena dateng paling telat.  Sekali lagi ya Dit, aku bingung mau ngomong apa.  Rasanya masih ngga percaya, temen yang paling julid tiap tengah malem kalo wa ku masih online pasti ditanya, "Kamu si ngapain jam segini belum tidur?"  Atau "Kamu lagi chatan sama siapa jam segini belum tidur?"  Rasanya masih ngga percaya, temen yang punyai golon...

Setiap Hari Ulang Tahun

Ulang Tahun Anggi ke 23 Saya berharap setiap hari adalah hari ulang tahun untuk kami, agar selalu ada alasan untuk dapat berkumpul.  Terima kasih telah bersama sebelas tahun. Meski PACAR kalian berganti-ganti semoga persahabatan ini abadi. Ulang tahun Anggi paling bontot bulannya. Akhirnya dapat mengumpulkan kami setelah berbagai alasan drama ini itu yang membatalkannya dari berbulan-bulan kemarin. Sayangnya minus Wulan yang sedang kerja. Tak apa meski dia tak ada semalam, tapi selalu ada di hati kami. Oke lebai.  Momen paling mudah untuk mempertemukan kami ya saat ada yang ulang tahun, sebelum ada yang menikah tentunya. Meski satu per satu sudah ada kesibukan masing-masing pasti tetap menyempatkan untuk hadir.  Semakin bertambah usia, waktu kami memang tidak seluang saat jaman SMP di mana pikiran kami hanya dolan sambil terus minta uang jajan ke orang tua. Tapi sekarang, kami sedang belajar untuk mencari uang jajan sendiri. Waktu kami terbagi untuk b...

Lika Liku Laku

Kala itu nyawang surya, kali ini nyawang kowe rabi karo wong liyo Melihat foto di atas jadi teringat, masa di mana belum KKN dan skripsi masih di perantauan. Kala itu, saya sedang ngedit tulisan sendirian di sekre, tapi oleh seorang teman sebut saja Kim Jong Un mengajak saya ke pantai. Sebab saya merasa sendiri, jadi lari dari tugas editor untuk satu hari saya pikir tak masalah. Toh tak ada siapa-siapa yang menuntut. Pikir saya kala itu. Akhirnya 14.30 kami berangkat, tanpa tahu arah, hanya berdua. Jangan baper, sebab dia cuma Jong Un. Bukan soal pergi berduanya yang akan saya bahas, tapi soal laku saya selama ini. Sejak lahir hingga 23 tahun mengenal bumi dan seisinya, tetangga dan sekitarnya, saya belum pernah berpacaran. Ya, menyandang status pacar belum sempat tersematkan dalam diri saya. Teman-teman saya banyak yang bertanya, “Ciye mau taarufan apa?” “Ciye jomblo sampai halal,” “Ciye ngga laku....” ini batal di ciye in. Dan guyonan atau bullyan lainnya ya...

Akrab Karena Bab 4

Mengenalnya empat tahun sebagai pemalas, cukup menilainya satu hari sebagai orang yang rajin. Dia, Intan Alliva Khanza. Sedang mampet mengerjakan Bab 4. Tiba-tiba muncul chat whatsapp ajakan yang berfaedah. Datangnya dari makhluk tercinta bernama Intan Alliva Khanza. Karena namanya terlalu keren, kita sebut saja Alipah. A           : “Besok ngerjain bab4 yuh, jam8.” T           : “Apa kamu bisa bangun pagi?” A           : “Bisa Tri demi bab4.”             Agak meragukan. Sebab selama ini janjian jam10 saja selalu mentok berangkat jam11 siang. Nah ini ngajakinnya jam8 pagi. Tapi ya semoga saja dia kali ini beneran. Dan esok paginya yang ditunggu pun tiba. Jam 6 pagi saya kirim chat. T           : “Bangun Lippp,” A   ...

Pantai, antara Pertemanan dan Dolan

Hendrik, Lani, Ditya dan Aku Menjadi anak kuliahan di semester 8, rasanya jenuh untuk kampus-sekre-pulang. Satu-satunya obat yang kutahu, beranjak sejenak melepas penat dengan orang-orang kesayangan (Lani, Ditya) yang selanjutnya bakal ditambah Hendrik. Berawal dari ajakan Lani, untuk menemaninya Ke Pantai Karapyak mencari rumput laut. Sempat iya-iya-engga, bahkan sampai h-1 sebelum keberangkatan. Ya, maklum sifat masing-masing dari kami yang memang terkadang sulit disatukan, lebih tepat menjengkalkan malah. Maksudnya yang satu keras kepala, yang satu terlalu pengertian tapi ngga punya ketegasan, yang satu ngga mau basa-basi dengan segala drama yang ada haha. Tapi semua itu terlalui dengan berhasilnya kami bertiga (aku, lani, ditya) berangkat Sabtu (22/5) sore ke Cilacap. Rute pertama menuju mess Hendrik. Sebelum berangkat ke Karapyak, kami akan beristirahat dulu di mess Hendrik sembari nyamper dia yang tau jalannya (Hendrik tau jalan? Itu awal mula pikiran kami bertiga y...

Bahagiaku di Hari Itu

Ketika aku ragu, hampir tak ada senyum apalagi menuju bahagia, disitu aku bersyukur mengenal, berbagi dan ditemani kalian, rekan tersolidku. Tak pernah aku meminta apa pun pada mereka yang saat ini sedang berjuang bersama. Hanya ketika tujuan kami masih sejalan sajalah, kita tetap satu dan sama. Namun, 23 Desember 2016, ijinkan aku menulis berdasarkan asumsi pribadi bukan atas dasar organisasi. Ya, karena kali ini aku ingin mengucapkan terimakasih sebagai teman bukan sebagai rekan. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, menunda kepulangannya untuk mudik ke kampung halaman. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, bersedia membantu dokumentasi yang memang tanpa disiapkan sebelumnya namun ia serius melakukannya. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, rehat dari aktivitas pekerjaan demi hari itu yang hanya sekali barangkali dalam hidupku, hidupmu, dan hidup kalian. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, berangkat sedari pagi dengan angkutan umum demi dan hanya untuk...

Kelompok Baru

kiri ke kanan (Alip, Triana, Kiki, Trirahma, Lintang, Ratna)   Sebelum melihat foto itu, aku tak pernah berkeinginan untuk menulis ini. Tapi sekarang aku terjebak dalam kelompok bermain yang menyenangkan. Kawan. Sudah hampir dua tahun aku kuliah di jurusan yang katanya paling favorit se-kampus sosial beralmamater kuning. Bertemu, bermain, belajar, sudah pernah kulakukan dengan 99 orang teman-teman ku yang satu per satu rontok tak menikmati jurusan favorit ini. Sudahlah, yang penting aku masih bertahan tak ingin mengecewakan biaya yang sudah dikeluarkan ibunda. Sekarang aku berada diujung pengakhiran semester 4. Setelah minggu depan UAS, tentunya aku  berada di semester 5. Yang ingin kujadikan sebagai inti tulisan ini adalah menyoal kawan. Setelah aku resapi, rupanya kawanku berbeda-beda dari semester1 hingga kini semester 4. Lihat foto di atas? Itu adalah kawanku yang mulai dekat sejak semester 2. Kenapa? Karena kebanyakan jadwal kuliah kami yang sama. Padahal sem...

Lintang

“Rambutnya keriting. Badannya mungil. Marganya Silalahi. Kelahiran Betawi. Entah mengapa, teman yang paling dikangenin” Liburan semester 3 telah berakhir. Di hari kedua perkuliahan, kampus sepi. Kuliah pun cuma perkenalan, kontrak belajar dan pulang. Ah, masih kah seperti ini, membosankan sekali. Teman-teman pun belum pada hadir. Bangku yang terlihat belum separuh terisi. Dan di pagi tadi, terlihat kelas B keluar menuruni tangga saat aku baru saja akan masuk kelas A. “Tri...” Diam sejenak. Pandangan menuju tangga yang dituruni seorang bercelana jins biru dan baju putih. “Tanggg..” Badanku berbalik dan berlari ke arah tangga. Berpelukan... tingkah pertama yang kami lakukan. Tak sadar ada adik angkatan di belakang ingin dipeluk juga, Arif, eh. Tak peduli adik angkatan, kami lepas kangen dengan tingkah demikian. Seakan tak ingin lepas, berpelukan sampai berputar. Ya, dia temanku. Lintang panggilannya. Ciri-cirinya seperti tadi di atas. Kami hanya benar-benar satu kelas di sem...

Bukber SD

“Teman itu tak terpisahkan oleh waktu, berapa lama pun kita berpisah, kita tetap berasal dari lingkungan yang sama pendidikan Sekolah Dasar” Bukber kemarin 26 Juli 2014 menjadi bukti bahwa kita masih saja seperti masa SD dulu. Meski yang datang tidak sebanyak rencana awal, alhamdulillah acara berjalan lancar. Kami pun mengerti, teman-teman pasti maunya juga ikut. Cuma karena kendala lembur kerja, ngga ada kendaraan, baru saja mudik, bukber sama teman lain, ini itu dan sebagainya, membuat kalian yang berencana ikut jadi membatalkannya. 7 anak SD tereksis ^^ Alhasil, yang direncanakan puluhan orang, kemarin yang dateng pun cuma 8 orang. Satu diantaranya bukan alumnus SD kita tapi teman bawaan Gesit hehe. Terima kasih buat Tulus yang telah mengkoordinir bukber hari itu. Tanpa ada yang berinisiatif mungkin kita tak bisa saling sapa dan bertukar cerita layaknya kemarin. buka puasa sambil ngeksis Buat teman yang tidak bisa hadir kami yang datang pun tak mempermasalahk...

Wisata Ramadhan

“Siang hari menjadi waktu yang pas untuk hunting makanan, pakaian dan tempat wisata” Suasana ramadhan di siang hari, tak menyurutkan semangat kami untuk hunting kuliner, pakaian, dan tempat wisata. Maklum hari itu kami memang sedang tidak ada yang berpuasa. Untuk mengawali perjalanan, terlebih dahulu kami mampir di sebuah tempat makan dekat kampus. Baru pertama kali makan siang di tempat makan umum padahal suasana sedang bulan puasa. Rasa malu dan canggung tak dapat kami tutupi. Namun karena kebiasaan kami ngobrol sebelum makan, akhirnya rasa canggung itu surut. Jelajah kami yang pertama adalah ke toko kerudung. Motor di parkir di satu tempat, selebihnya 3 sampai 4 toko kami masuki untuk mencari kerudung yang pas di hari raya. Semua toko terlihat penuh sesak. Tapi semangat Ditya, Lani dan Ratna tak surut untuk memilah dan menjajal kerudung-kerudung yang terpajang. Beralih ke toko pakaian. Di pertigaan jalan, kami masuki sebuah toko yang cukup besar. Masih dengan metode yan...

Keramahan itu Hilang

Lentik senyumnya tak terlihat lagi. Raut wajahnya berbeda dari beberapa bulan yang lalu. Ah, sudah lama tak melihat wajah ramahnya yang biasa kutemui. Kini berubah, semuanya berbeda seakan dingin yang terasa tak ada lagi keramahan walau sekadar senyuman. Marahkah? Entah, mungkin aku juga yang tak peka. Tapi kalaupun iya, seperti yang dipertanyakan kebanyakan orang, “Aku salah apa?” Aku tak mau terlalu banyak menduga, aku takut yang ada dugaanku hanyalah pikiran negatif tentangnya, aku tak mau seperti itu. Tapi aku juga tak bisa diam saja menerima ini. Kenal tapi tak menyapa, kenal tapi tak bicara, kenal tapi tak menegur. Dingin kan diperlakukan seperti itu, sedangkan kita tak tahu apa yang habis kita perbuat hingga menyebabkan seseorang berlaku demikian. Saat ini yang jelas di matanya tak lagi terlihat keramahan, arah pandangannya telah berpaling dan tak mau melihatku atau pura-pura tak melihatku atau sengaja tak ingin melihatku. Ah, aku mencoba tak ingin men...

Sayang, Aku Tak Bersama Mereka

Happy holiday teman-teman...!!! Wah senangnya, Sabtu yang panas ini kalian sedang liburan. Aku menulis ini di rumah. Hm.. tapi tak apa, aku ikut senang meski tak dapat merasakan liburan bersama kalian. Sayang sekali, rencana yang sudah kutunggu-tunggu harus dibatalkan. Alasannya tak oke pula, jadi tak usah diperjelas yaa. Bagiku kalian sudah seperti saudara, ada kakak, saudara sepantara, dengan pribadi yang berbeda-beda tapi pastinya unik dan baik. Beruntung sekali bisa mengenal dan akrab dengan kalian. Semua sama semua saudara bagiku. Ingin liburan ini bisa terulang lagi dan aku harus ikut di dalamnya. Bukan seperti saat ini aku tak ada di tengah-tengah kalian. Mungkin kalian menganggapnya biasa saja, tapi aku nyesel karena tak bisa hadir di liburan ini. Judulnya kan liburan, harusnya semua merasakan asiknya liburan. Aku harap kalian semua merasakan itu, meski aku tak ada di saat peristiwa libur ini. Semoga tulisan ini menjadi pengobat keinginanku yang tak bi...