Langsung ke konten utama

Postingan

Pantai, antara Pertemanan dan Dolan

Hendrik, Lani, Ditya dan Aku Menjadi anak kuliahan di semester 8, rasanya jenuh untuk kampus-sekre-pulang. Satu-satunya obat yang kutahu, beranjak sejenak melepas penat dengan orang-orang kesayangan (Lani, Ditya) yang selanjutnya bakal ditambah Hendrik. Berawal dari ajakan Lani, untuk menemaninya Ke Pantai Karapyak mencari rumput laut. Sempat iya-iya-engga, bahkan sampai h-1 sebelum keberangkatan. Ya, maklum sifat masing-masing dari kami yang memang terkadang sulit disatukan, lebih tepat menjengkalkan malah. Maksudnya yang satu keras kepala, yang satu terlalu pengertian tapi ngga punya ketegasan, yang satu ngga mau basa-basi dengan segala drama yang ada haha. Tapi semua itu terlalui dengan berhasilnya kami bertiga (aku, lani, ditya) berangkat Sabtu (22/5) sore ke Cilacap. Rute pertama menuju mess Hendrik. Sebelum berangkat ke Karapyak, kami akan beristirahat dulu di mess Hendrik sembari nyamper dia yang tau jalannya (Hendrik tau jalan? Itu awal mula pikiran kami bertiga y...

Bahagiaku di Hari Itu

Ketika aku ragu, hampir tak ada senyum apalagi menuju bahagia, disitu aku bersyukur mengenal, berbagi dan ditemani kalian, rekan tersolidku. Tak pernah aku meminta apa pun pada mereka yang saat ini sedang berjuang bersama. Hanya ketika tujuan kami masih sejalan sajalah, kita tetap satu dan sama. Namun, 23 Desember 2016, ijinkan aku menulis berdasarkan asumsi pribadi bukan atas dasar organisasi. Ya, karena kali ini aku ingin mengucapkan terimakasih sebagai teman bukan sebagai rekan. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, menunda kepulangannya untuk mudik ke kampung halaman. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, bersedia membantu dokumentasi yang memang tanpa disiapkan sebelumnya namun ia serius melakukannya. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, rehat dari aktivitas pekerjaan demi hari itu yang hanya sekali barangkali dalam hidupku, hidupmu, dan hidup kalian. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, berangkat sedari pagi dengan angkutan umum demi dan hanya untuk...

Go BMX dan Efeknya

source.net Sinetron dengan tema cinta sudah biasa, namun yang satu ini kisahnya dibarengi dengan atraksi permainan sepeda oleh segerombolan anak muda, menarik untuk dilihat, anak-anak pun jadi ikut-ikutan. Kisahnya si Udin. Anak seorang supir angkot. Jago main sepeda, BMX tepatnya. Bersama teman-temannya ia menjadikan sepeda sebagai aktivitas yang rutin dilakukannya. Bahkan dengan bermain BMX, ia berhasil menjuarai kejuaraan nasional BMX. Begitulah sekelumit cerita Go BMX. Sinetron yang tayang setiap hari di MNCTV ini rupanya menghadirkan nuansa yang berbeda. Trik bermain BMX dengan segala jungkir baliknya menggunakan sepeda, dipadukan dengan kisah cinta klasik tokoh utamanya, ternyata mampu menyedot banyak pemirsa. Terlebih jam tayang di waktu premier membuat sinetron ini hampir ditonton segala usia, tak terkecuali anak-anak. ** Bermain sepeda menjadi salah satu hobi sebagian besar anak-anak. Tak terkecuali saya, zaman SD dulu sering bermain sepeda setiap ada waktu luan...

Baalveer: antara dongeng dan modernitas

source.net Dengan memanggil namanya, dia akan datang untuk menyelamatkan. Dengan melihatnya di tv, dia muncul bak superhero abad 20 yang begitu terkenal. Julukannya ‘pahlawan penyelamat anak-anak’. Serial India sedang membanjiri tanah air. Dimulai dari film, sinetron, hingga artis dari negeri Bollywood itu dicintai tayang di Indonesia. Hampir setiap tv terdapat tayangan yang berasal dari India. Salah satu serial drama yang saat ini hadir setiap hari di tv (sebut saja antv) menjadi salah satu tayangan favorit anak-anak. Baalveer, seorang anak yang terlahir dari peri bernama Baal Peri menjadi sosok yang paling dicintai anak-anak. Dengan baju berwarna oren, berselendang merah, serta tongkat sakti sebagai senjatanya, membuat dia dijuluki pahlawan bagi anak-anak. Di sela-sela pekerjaannya menyelamatkan anak-anak, dia pun sering muncul di tv. Mengapa Baalveer di tv? Beberapa episode Baalveer, ia sering tampil untuk mengklarifikasi segala hal yang berkaitan dengan anak-anak. Ter...

Teguran dari Dosen

dok. pribadi (ilustrasi ruangan kelas) “Ngantuk itu alamiah, saya memakluminya -- kata dosen Jurnalistik Media Elektronik” Sore hari terik matahari mengintip ke sela-sela jendela di ruang 4. Mata kuliah Jurnalistik Media Elektronik menjadi mata kuliah terakhir sore itu. Materi pengambilan gambar menjadi materi yang hanya sekadar menonton video. Ruangan gelap tiap kali video diputarkan. Hanya suara dari video tahun 2000-an dengan visual yang bisa terbayangkan betapa jadul dan membosankannya video yang diputar. Tak perlu menunggu pemutaran sampai selesai. Beberapa kali pemutaran, sudah cukup membuat mata ini sudah tak bisa lagi menahan godaan untuk pergi ke alam bawah sadar. Ya, ngantuk. Dan... tiba-tiba saja begitu lampu dinyalakan, saya tak lagi mendengar suara dosen yang sedang menjelaskan. Perasaan saya masih tertinggal di ruang kelas, tapi pikiran dan bayangan sudah pergi tak berjejak menyusuri mimpi-mimpi yang baru saja akan terjelajahi. Tiba-tiba... “Iya saya tahu, n...

Masalah Jaringan Internet Menghambat Metode E-Learning

website edmodo Indonesia, barangkali merupakan negara dengan jumlah pengguna internet yang kian meningkat. Namun, masalah utama dari pemanfaatan internet ini adalah menyoal jaringannya. Tak terkecuali internet di dunia pendidikan. Khususnya di kampus FISIP Unsoed ini. Pada mata kuliah Teknologi Komunikasi, terdapat metode pembelajaran yang lebih menarik daripada metode pembelajaran konvensional lainnya. Metode ini sebenarnya lebih cocok untuk metode pembelajaran jarak jauh atau yang lebih dikenal e-learning. Melalui metode e-learning dosen bisa dengan mudah menyampaikan materi perkuliahan tanpa harus bertatap muka. Metode ini menggunakan website edmodo yang bisa dengan mudah diakses oleh siapa saja. Namun bagi kami, edmodo ini masih tergolong media pembelajaran baru yang mirip dengan media sosial. Meskipun masih dirasa baru, namun tak menjadi persoalan karena langsung mudah dipahami. grup facebook teknokom  Edmodo bisa digunakan untuk saling berinteraksi, me...

Kelompok Baru

kiri ke kanan (Alip, Triana, Kiki, Trirahma, Lintang, Ratna)   Sebelum melihat foto itu, aku tak pernah berkeinginan untuk menulis ini. Tapi sekarang aku terjebak dalam kelompok bermain yang menyenangkan. Kawan. Sudah hampir dua tahun aku kuliah di jurusan yang katanya paling favorit se-kampus sosial beralmamater kuning. Bertemu, bermain, belajar, sudah pernah kulakukan dengan 99 orang teman-teman ku yang satu per satu rontok tak menikmati jurusan favorit ini. Sudahlah, yang penting aku masih bertahan tak ingin mengecewakan biaya yang sudah dikeluarkan ibunda. Sekarang aku berada diujung pengakhiran semester 4. Setelah minggu depan UAS, tentunya aku  berada di semester 5. Yang ingin kujadikan sebagai inti tulisan ini adalah menyoal kawan. Setelah aku resapi, rupanya kawanku berbeda-beda dari semester1 hingga kini semester 4. Lihat foto di atas? Itu adalah kawanku yang mulai dekat sejak semester 2. Kenapa? Karena kebanyakan jadwal kuliah kami yang sama. Padahal sem...