Langsung ke konten utama

Postingan

Akrab Karena Bab 4

Mengenalnya empat tahun sebagai pemalas, cukup menilainya satu hari sebagai orang yang rajin. Dia, Intan Alliva Khanza. Sedang mampet mengerjakan Bab 4. Tiba-tiba muncul chat whatsapp ajakan yang berfaedah. Datangnya dari makhluk tercinta bernama Intan Alliva Khanza. Karena namanya terlalu keren, kita sebut saja Alipah. A           : “Besok ngerjain bab4 yuh, jam8.” T           : “Apa kamu bisa bangun pagi?” A           : “Bisa Tri demi bab4.”             Agak meragukan. Sebab selama ini janjian jam10 saja selalu mentok berangkat jam11 siang. Nah ini ngajakinnya jam8 pagi. Tapi ya semoga saja dia kali ini beneran. Dan esok paginya yang ditunggu pun tiba. Jam 6 pagi saya kirim chat. T           : “Bangun Lippp,” A   ...

Memaknai 17-an

Tak hanya perjuangan yang identik dengan kemerdekaan, pun keceriaan ada didalamnya Bangsa Indonesia menghirup udara kebebasan. Kemerdekaan 72 tahun lalu selalu punya cara untuk dimaknai sampai sekarang. Bambu runcing bukan lagi sebagai senjata, tapi keutuhan NKRI harus tetap dijaga, semangat perjuangan akan terus dirasa meski dengan perlombaan yang sederhana. Perlombaan 17 Agustus setiap tahun diadakan untuk mengisi keceriaan di hari kemerdekaan. Apa kaitan perjuangan dengan perlombaan? Sederhana saja, yakni kebersamaan yang akan mencerminkan kerukunan. Karena bangsa yang terdiri dari ragam suku bangsa tak mudah untuk tetap bertahan di tengah-tengah arus modernisasi global. Ya, kita tetap utuh, kita tetap NKRI. Lomba masukan pensil ke dalam botol Refleksi kemerdekaan boleh-boleh saja, dimana selama ratusan tahun bangsa ini terjajah bukanlah hal yang mudah untuk mencapai kemerdekaan. Namun kita tetap harus menatap ke depan, karena estafet perjuangan akan terus dilakukan. ...

Pantai, antara Pertemanan dan Dolan

Hendrik, Lani, Ditya dan Aku Menjadi anak kuliahan di semester 8, rasanya jenuh untuk kampus-sekre-pulang. Satu-satunya obat yang kutahu, beranjak sejenak melepas penat dengan orang-orang kesayangan (Lani, Ditya) yang selanjutnya bakal ditambah Hendrik. Berawal dari ajakan Lani, untuk menemaninya Ke Pantai Karapyak mencari rumput laut. Sempat iya-iya-engga, bahkan sampai h-1 sebelum keberangkatan. Ya, maklum sifat masing-masing dari kami yang memang terkadang sulit disatukan, lebih tepat menjengkalkan malah. Maksudnya yang satu keras kepala, yang satu terlalu pengertian tapi ngga punya ketegasan, yang satu ngga mau basa-basi dengan segala drama yang ada haha. Tapi semua itu terlalui dengan berhasilnya kami bertiga (aku, lani, ditya) berangkat Sabtu (22/5) sore ke Cilacap. Rute pertama menuju mess Hendrik. Sebelum berangkat ke Karapyak, kami akan beristirahat dulu di mess Hendrik sembari nyamper dia yang tau jalannya (Hendrik tau jalan? Itu awal mula pikiran kami bertiga y...

Bahagiaku di Hari Itu

Ketika aku ragu, hampir tak ada senyum apalagi menuju bahagia, disitu aku bersyukur mengenal, berbagi dan ditemani kalian, rekan tersolidku. Tak pernah aku meminta apa pun pada mereka yang saat ini sedang berjuang bersama. Hanya ketika tujuan kami masih sejalan sajalah, kita tetap satu dan sama. Namun, 23 Desember 2016, ijinkan aku menulis berdasarkan asumsi pribadi bukan atas dasar organisasi. Ya, karena kali ini aku ingin mengucapkan terimakasih sebagai teman bukan sebagai rekan. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, menunda kepulangannya untuk mudik ke kampung halaman. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, bersedia membantu dokumentasi yang memang tanpa disiapkan sebelumnya namun ia serius melakukannya. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, rehat dari aktivitas pekerjaan demi hari itu yang hanya sekali barangkali dalam hidupku, hidupmu, dan hidup kalian. Ketika ada yang rela meluangkan waktunya, berangkat sedari pagi dengan angkutan umum demi dan hanya untuk...

Go BMX dan Efeknya

source.net Sinetron dengan tema cinta sudah biasa, namun yang satu ini kisahnya dibarengi dengan atraksi permainan sepeda oleh segerombolan anak muda, menarik untuk dilihat, anak-anak pun jadi ikut-ikutan. Kisahnya si Udin. Anak seorang supir angkot. Jago main sepeda, BMX tepatnya. Bersama teman-temannya ia menjadikan sepeda sebagai aktivitas yang rutin dilakukannya. Bahkan dengan bermain BMX, ia berhasil menjuarai kejuaraan nasional BMX. Begitulah sekelumit cerita Go BMX. Sinetron yang tayang setiap hari di MNCTV ini rupanya menghadirkan nuansa yang berbeda. Trik bermain BMX dengan segala jungkir baliknya menggunakan sepeda, dipadukan dengan kisah cinta klasik tokoh utamanya, ternyata mampu menyedot banyak pemirsa. Terlebih jam tayang di waktu premier membuat sinetron ini hampir ditonton segala usia, tak terkecuali anak-anak. ** Bermain sepeda menjadi salah satu hobi sebagian besar anak-anak. Tak terkecuali saya, zaman SD dulu sering bermain sepeda setiap ada waktu luan...

Baalveer: antara dongeng dan modernitas

source.net Dengan memanggil namanya, dia akan datang untuk menyelamatkan. Dengan melihatnya di tv, dia muncul bak superhero abad 20 yang begitu terkenal. Julukannya ‘pahlawan penyelamat anak-anak’. Serial India sedang membanjiri tanah air. Dimulai dari film, sinetron, hingga artis dari negeri Bollywood itu dicintai tayang di Indonesia. Hampir setiap tv terdapat tayangan yang berasal dari India. Salah satu serial drama yang saat ini hadir setiap hari di tv (sebut saja antv) menjadi salah satu tayangan favorit anak-anak. Baalveer, seorang anak yang terlahir dari peri bernama Baal Peri menjadi sosok yang paling dicintai anak-anak. Dengan baju berwarna oren, berselendang merah, serta tongkat sakti sebagai senjatanya, membuat dia dijuluki pahlawan bagi anak-anak. Di sela-sela pekerjaannya menyelamatkan anak-anak, dia pun sering muncul di tv. Mengapa Baalveer di tv? Beberapa episode Baalveer, ia sering tampil untuk mengklarifikasi segala hal yang berkaitan dengan anak-anak. Ter...

Teguran dari Dosen

dok. pribadi (ilustrasi ruangan kelas) “Ngantuk itu alamiah, saya memakluminya -- kata dosen Jurnalistik Media Elektronik” Sore hari terik matahari mengintip ke sela-sela jendela di ruang 4. Mata kuliah Jurnalistik Media Elektronik menjadi mata kuliah terakhir sore itu. Materi pengambilan gambar menjadi materi yang hanya sekadar menonton video. Ruangan gelap tiap kali video diputarkan. Hanya suara dari video tahun 2000-an dengan visual yang bisa terbayangkan betapa jadul dan membosankannya video yang diputar. Tak perlu menunggu pemutaran sampai selesai. Beberapa kali pemutaran, sudah cukup membuat mata ini sudah tak bisa lagi menahan godaan untuk pergi ke alam bawah sadar. Ya, ngantuk. Dan... tiba-tiba saja begitu lampu dinyalakan, saya tak lagi mendengar suara dosen yang sedang menjelaskan. Perasaan saya masih tertinggal di ruang kelas, tapi pikiran dan bayangan sudah pergi tak berjejak menyusuri mimpi-mimpi yang baru saja akan terjelajahi. Tiba-tiba... “Iya saya tahu, n...