Langsung ke konten utama

Diam

Susah merepresentasikan seseorang jika sedang diam. Kita tanya takutnya sedang marah, kita diam takutnya dia sedang ingin dipedulikan.  

Aku diam saat aku marah. Susah meluapkan emosi, mungkin karena tak terbiasa juga untuk marah. Tapi marah yang dipendam dalam hati juga bukan sesuatu yang baik. Orang bilang, luapkanlah emosi karena itu akan melegakkan hatimu. Orang lain bilang, jangan terlalu lantang jika sedang marah, bisa-bisa kamu sakit jantung. 

Semuanya benar, tapi tak selamanya benar. 
Orang bijak bilang, manusia itu sabar ada batasnya. Jika sabar dalam hal ini berarti diam, kita bisa saja diam setiap saat terhadap segala kondisi yang menimpa diri kita dan itu akan membuat kita menjadi sakit. Sakit karena menahan luapan emosi, sakit karena tak bisa terlalu lama menahan diri, sakit karena kita tak bisa bersuara. 

Diam seribu bahasa, pasti sering dengar kalimat tersebut. Diam seribu bahasa artinya kata diam memang dapat menimbulkan banyak arti. Orang hanya bisa menduga-duga tanpa tahu pasti apa sebenarnya makna dari perilaku diam seseorang. 

Diam itu perlu atau tidak?
Jelas perlu, diam bisa dipakai jika kita sedang dinasehati karena kesalahan kita, kita bisa saja membela diri namun dalam situasi seperti itu lebih banyak ucapan kita tak akan dibenarkan, jadi lebih baik diam. 
Diam itu tidak perlu, zaman ini sudah merdeka! Negara kita memiliki undang-undang tentang kebebasan bersuara, mengeluarkan pendapat dan pikiran. Jadi untuk apa kita mengunci mulut rapat-rapat padahal kita diberi kebebasan untuk itu. 

Diam itu emas. Ah peribahasa macam apa itu? 
Diam dianggap sesuatu yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang banyak bicara. Diam bisa saja seseorang sedang berpikir, jadi dibandingkan dengan orang yang bicaranya banyak namun tak terkonsep karena tidak meluangkan waktu untuk diam dan memikirkan apa yang nantinya akan disampaikan, dalam hal ini arti diam di atas benar. 

Masih banyak tentang arti diam. Apalagi jika diartikan menurut pribadi masing-masing.
Alangkah baiknya karena kita memiliki kebebasan bersuara dan berpendapat jadi kita manfaatkan hal itu. 
Diam itu boleh, bicara banyak juga tak apa. Namun semua itu tentu ada porsinya masing-masing dan kita harus memahaminya.


Diam itu berhenti untuk bertindak
Berjalan untuk berpikir.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Yang Fana adalah Waktu

Judul Buku : Yang Fana Adalah Waktu Penulis : Sapardi Djoko Damono Tahun Terbit: 2018 Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Tebal : 146 halaman ISBN : 978-602-03-8305-7 Genre : Fiksi Pernah menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship ? Bagaimana rasa rindunya? Bagaimana penantiannya? Bagaimana rasa saling percaya yang ditumbuhkan? Begitu pun bagaimana menjaga hati agar tetap setia? Barangkali novel ketiga dari Trilogi Hujan Bulan Juni milik Sapardi Djoko Damono bisa menggambarkannya. Sinopsis Berkisah tentang Sarwono yang ditinggal pergi kekasihnya Pingkan, untuk menempuh pendidikan di Jepang. Mereka menjalani hubungan jarak jauh Solo-Kyoto Jepang, tapi tetap saling kirim kabar. Hingga suatu hari kepercayaan diantara keduanya sempat pudar, sebab ada orang ketiga yang membuatnya nyaman. Hal yang paling sulit dari hubungan jarak jauh adalah menjaga perasaan. Masing-masing dari mereka paham betul hati mereka tertuju pada siapa. Tapi, y

Review Buku 24 Jam Bersama Gaspar : Sebuah Cerita Detektif

Judul Buku       : 24 Jam Bersama Gaspar : Sebuah Cerita Detektif Penulis             : Sabda Armandio Alif Tahun Terbit    : 2017 Penerbit          : Mojok Tebal                : xiv + 228 halaman ISBN                 : 978-602-1318-48-5 Sebuah novel detektif bercerita perampokan toko emas namun tujuan utamanya menemukan kotak hitam. Sepanjang delapan bab, penulis membuat pembaca menerka isi kotak hitam. Apa alasan terbaik mencuri toko emas namun yang diincar justru sebuah kotak hitam? Namanya cerita detektif, jangan terkecoh dengan alur cerita. Bagi yang gemar mengikuti cerita detektif tentu selalu ada maksud tersembunyi dari semua cerita yang dimunculkan. Begini cerita 24 Jam Bersama Gaspar... Gaspar dan Perampokan Toko Emas Gaspar bukan nama sebenarnya, sedang merencanakan perampokan toko emas milik Wan Ali. Untuk melancarkan aksinya, Gaspar mengajak Agnes, Kik, Njet, Pongo, dan Pingi (bukan nama sebenarnya). Penggunaan nama samaran ini untuk melindung

Baalveer: antara dongeng dan modernitas

source.net Dengan memanggil namanya, dia akan datang untuk menyelamatkan. Dengan melihatnya di tv, dia muncul bak superhero abad 20 yang begitu terkenal. Julukannya ‘pahlawan penyelamat anak-anak’. Serial India sedang membanjiri tanah air. Dimulai dari film, sinetron, hingga artis dari negeri Bollywood itu dicintai tayang di Indonesia. Hampir setiap tv terdapat tayangan yang berasal dari India. Salah satu serial drama yang saat ini hadir setiap hari di tv (sebut saja antv) menjadi salah satu tayangan favorit anak-anak. Baalveer, seorang anak yang terlahir dari peri bernama Baal Peri menjadi sosok yang paling dicintai anak-anak. Dengan baju berwarna oren, berselendang merah, serta tongkat sakti sebagai senjatanya, membuat dia dijuluki pahlawan bagi anak-anak. Di sela-sela pekerjaannya menyelamatkan anak-anak, dia pun sering muncul di tv. Mengapa Baalveer di tv? Beberapa episode Baalveer, ia sering tampil untuk mengklarifikasi segala hal yang berkaitan dengan anak-anak. Ter