Langsung ke konten utama

Ora opo-opo Ras!

Pagi yang cerah ditemani nyanyian burung dan sesekali suara motor. Ya, hari ini kuliah libur, maklum weekand. Tapi aku memaksakan diri ke kampus untuk mengikuti jadwal kuliah pengganti. Jalanan terasa lengang, menyebrangpun bisa setiap saat dilakukan. Karena aku berangkat terlalu pagi akhirnya aku mengunjungi kos salah satu temanku, Laras. Begitu sampai di sana aku tak melihat wujudnya, meski di luar sandal biru cerah masih ada di depan pintu yang biasa dia gunakan. Pantas saja, ketika di kamarnya yang aku temui justru Eci, dia sedang memandang hp-nya, entah sedang sms atau sedang online. Rupanya Laras baru mandi, suaranya yang masih serak dia paksakan untuk bernyanyi di kamar mandi.

Melihat kamar temanku yang satu ini memang tidak seperti biasa. Tisu ada di mana-mana, dan benda-benda kecil entah itu sampah atau bukan berserakan di lantai. Tadinya aku biasa saja, toh aku sudah pernah melihat kamar yang lebih berantakan daripada ini.

Begitu Laras selesai mandi, dia kaget melihat temannya tambah satu lagi. Aku kira dia kaget hanya sebatas itu, tapi ternyata dia merasa tidak enak karena di saat kamarnya sedang berantakan teman-temannya justru banyak yang datang. Dia ingin membereskan tapi aku dan Eci sudah mau ke kampus, akhirnya kamar kos Laras dibiarkan seperti apa adanya dan masih berserakan dengan segala benda-benda kecilnya.

Laras terus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dia lakukan. Bagi Laras, jika Eci, Caca ataupun Ica yang main ke kamarnya yang sedang acak-acakkan mungkin itu sudah biasa, tapi bagiku yang jarang berkunjung ke kos Laras dan sekalinya berkunjung justru disuguhi ruangan yang demikian, Laras jelas merasa tidak enak.

Sampai di kampus ternyata kuliah belum dimulai dan baru akan dimulai siang nanti. Akhirnya aku, Laras, Eci dan Ica memutuskan untuk kembali ke kos Laras. Laraspun memilih untuk merapikan kamarnya, dan sebelum kamar kosnya rapi aku dilarang masuk ke dalam kamar kosnya.

Akhirnya aku memilih membuat tulisan ini sembari menunggu Laras selesai beres-beres. Ternyata saat aku telah selesai menulis inipun Laras tak kunjung keluar. Aku tak tahu dia merapikan kamarnya se-rapi apa, yang jelas aku sudah katakan tidak usah sungkan menerima teman di saat kamarnya sedang berantakkan, kan aku juga tak merasa keberatan dengan kondisi kamarnya.


Tapi ini sedikit catatan, rapikan kamar setiap saat sebelum orang lain melihat kondisi kamar kita. 
Sekian J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Yang Fana adalah Waktu

Judul Buku : Yang Fana Adalah Waktu Penulis : Sapardi Djoko Damono Tahun Terbit: 2018 Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Tebal : 146 halaman ISBN : 978-602-03-8305-7 Genre : Fiksi Pernah menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship ? Bagaimana rasa rindunya? Bagaimana penantiannya? Bagaimana rasa saling percaya yang ditumbuhkan? Begitu pun bagaimana menjaga hati agar tetap setia? Barangkali novel ketiga dari Trilogi Hujan Bulan Juni milik Sapardi Djoko Damono bisa menggambarkannya. Sinopsis Berkisah tentang Sarwono yang ditinggal pergi kekasihnya Pingkan, untuk menempuh pendidikan di Jepang. Mereka menjalani hubungan jarak jauh Solo-Kyoto Jepang, tapi tetap saling kirim kabar. Hingga suatu hari kepercayaan diantara keduanya sempat pudar, sebab ada orang ketiga yang membuatnya nyaman. Hal yang paling sulit dari hubungan jarak jauh adalah menjaga perasaan. Masing-masing dari mereka paham betul hati mereka tertuju pada siapa. Tapi, y

Review Buku 24 Jam Bersama Gaspar : Sebuah Cerita Detektif

Judul Buku       : 24 Jam Bersama Gaspar : Sebuah Cerita Detektif Penulis             : Sabda Armandio Alif Tahun Terbit    : 2017 Penerbit          : Mojok Tebal                : xiv + 228 halaman ISBN                 : 978-602-1318-48-5 Sebuah novel detektif bercerita perampokan toko emas namun tujuan utamanya menemukan kotak hitam. Sepanjang delapan bab, penulis membuat pembaca menerka isi kotak hitam. Apa alasan terbaik mencuri toko emas namun yang diincar justru sebuah kotak hitam? Namanya cerita detektif, jangan terkecoh dengan alur cerita. Bagi yang gemar mengikuti cerita detektif tentu selalu ada maksud tersembunyi dari semua cerita yang dimunculkan. Begini cerita 24 Jam Bersama Gaspar... Gaspar dan Perampokan Toko Emas Gaspar bukan nama sebenarnya, sedang merencanakan perampokan toko emas milik Wan Ali. Untuk melancarkan aksinya, Gaspar mengajak Agnes, Kik, Njet, Pongo, dan Pingi (bukan nama sebenarnya). Penggunaan nama samaran ini untuk melindung

Baalveer: antara dongeng dan modernitas

source.net Dengan memanggil namanya, dia akan datang untuk menyelamatkan. Dengan melihatnya di tv, dia muncul bak superhero abad 20 yang begitu terkenal. Julukannya ‘pahlawan penyelamat anak-anak’. Serial India sedang membanjiri tanah air. Dimulai dari film, sinetron, hingga artis dari negeri Bollywood itu dicintai tayang di Indonesia. Hampir setiap tv terdapat tayangan yang berasal dari India. Salah satu serial drama yang saat ini hadir setiap hari di tv (sebut saja antv) menjadi salah satu tayangan favorit anak-anak. Baalveer, seorang anak yang terlahir dari peri bernama Baal Peri menjadi sosok yang paling dicintai anak-anak. Dengan baju berwarna oren, berselendang merah, serta tongkat sakti sebagai senjatanya, membuat dia dijuluki pahlawan bagi anak-anak. Di sela-sela pekerjaannya menyelamatkan anak-anak, dia pun sering muncul di tv. Mengapa Baalveer di tv? Beberapa episode Baalveer, ia sering tampil untuk mengklarifikasi segala hal yang berkaitan dengan anak-anak. Ter