Langsung ke konten utama

Keramahan itu Hilang

Lentik senyumnya tak terlihat lagi.
Raut wajahnya berbeda dari beberapa bulan yang lalu.
Ah, sudah lama tak melihat wajah ramahnya yang biasa kutemui. Kini berubah, semuanya berbeda seakan dingin yang terasa tak ada lagi keramahan walau sekadar senyuman.

Marahkah? Entah, mungkin aku juga yang tak peka. Tapi kalaupun iya, seperti yang dipertanyakan kebanyakan orang, “Aku salah apa?”

Aku tak mau terlalu banyak menduga, aku takut yang ada dugaanku hanyalah pikiran negatif tentangnya, aku tak mau seperti itu. Tapi aku juga tak bisa diam saja menerima ini.

Kenal tapi tak menyapa, kenal tapi tak bicara, kenal tapi tak menegur.
Dingin kan diperlakukan seperti itu, sedangkan kita tak tahu apa yang habis kita perbuat hingga menyebabkan seseorang berlaku demikian.

Saat ini yang jelas di matanya tak lagi terlihat keramahan, arah pandangannya telah berpaling dan tak mau melihatku atau pura-pura tak melihatku atau sengaja tak ingin melihatku.

Ah, aku mencoba tak ingin menduga namun yang terbaca demikian. Aku hanya mengartikan gesture-nya. Dan selalu demikian, dan selalu sama akhir-akhir ini.

Semoga aku yang salah, mungkin ini semua salah mengartikan. Aku tak mau jika ini ternyata benar dan keramahan itu benar-benar hilang.

Lantas apa lagi yang bisa kuperbuat, menahannya?
Mungkin aku akan menghilang jika hal itu bisa kulakukan. Mungkin aku akan pergi jauh jika hal itu juga mungkin kulakukan. Mungkin aku tak akan kemana-mana dan mengartikan semua ini dengan sesuatu yang hanya bisa menduga-duga sejalur jalan pikiranku semata.

Aku harap keramahan itu kembali datang. Tak lagi luntur bahkan menghilang. Jika memang aku salah harusnya aku ditegur bukan didiamkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Yang Fana adalah Waktu

Judul Buku : Yang Fana Adalah Waktu Penulis : Sapardi Djoko Damono Tahun Terbit: 2018 Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Tebal : 146 halaman ISBN : 978-602-03-8305-7 Genre : Fiksi Pernah menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship ? Bagaimana rasa rindunya? Bagaimana penantiannya? Bagaimana rasa saling percaya yang ditumbuhkan? Begitu pun bagaimana menjaga hati agar tetap setia? Barangkali novel ketiga dari Trilogi Hujan Bulan Juni milik Sapardi Djoko Damono bisa menggambarkannya. Sinopsis Berkisah tentang Sarwono yang ditinggal pergi kekasihnya Pingkan, untuk menempuh pendidikan di Jepang. Mereka menjalani hubungan jarak jauh Solo-Kyoto Jepang, tapi tetap saling kirim kabar. Hingga suatu hari kepercayaan diantara keduanya sempat pudar, sebab ada orang ketiga yang membuatnya nyaman. Hal yang paling sulit dari hubungan jarak jauh adalah menjaga perasaan. Masing-masing dari mereka paham betul hati mereka tertuju pada siapa. Tapi, y...

Baalveer: antara dongeng dan modernitas

source.net Dengan memanggil namanya, dia akan datang untuk menyelamatkan. Dengan melihatnya di tv, dia muncul bak superhero abad 20 yang begitu terkenal. Julukannya ‘pahlawan penyelamat anak-anak’. Serial India sedang membanjiri tanah air. Dimulai dari film, sinetron, hingga artis dari negeri Bollywood itu dicintai tayang di Indonesia. Hampir setiap tv terdapat tayangan yang berasal dari India. Salah satu serial drama yang saat ini hadir setiap hari di tv (sebut saja antv) menjadi salah satu tayangan favorit anak-anak. Baalveer, seorang anak yang terlahir dari peri bernama Baal Peri menjadi sosok yang paling dicintai anak-anak. Dengan baju berwarna oren, berselendang merah, serta tongkat sakti sebagai senjatanya, membuat dia dijuluki pahlawan bagi anak-anak. Di sela-sela pekerjaannya menyelamatkan anak-anak, dia pun sering muncul di tv. Mengapa Baalveer di tv? Beberapa episode Baalveer, ia sering tampil untuk mengklarifikasi segala hal yang berkaitan dengan anak-anak. Ter...

Lepas Setahun

Tepat di tanggal hari ini adalah setahun aku berhenti kerja dari seorang marketing di bidang kesehatan. Alasan memilih berhenti yang sudah aku pertimbangkan dengan matang, adalah memilih keluarga. Hasilnya, sebulan aku dihadiahi dengan positif kehamilan. Tapi kenangan itu masih tetap ada, juga pengalaman.  Sempat terpikir ketika masih bekerja dan belum menikah, aku memiliki keinginan untuk menjadi ibu rumah tangga. Rasanya lelah bekerja dari pagi hingga sore, dan baru gajian di akhir bulan membuat pikiran semacam itu terlintas. Aku ingin dinafkahi saja, dan menikmati hasil kerja suami tanpa berusaha sendiri. Hasilnya, pikiran yang hanya sekelebat itu terwujud sudah setahun lamanya.  Semua yang aku bayangkan waktu masih bekerja dulu ternyata jauh dari kenyamanan. Sehari, dua hari, sampai seminggu, rasanya bosan sekali berada di rumah sendirian. Aku bingung hendak melakukan kegiatan apa. Pekerjaan rumah yang tiada habisnya, atau menonton episode drakor yang berganti setiap mingg...