Langsung ke konten utama

Air Mata ini...


Tak selamanya air mata adalah sebuah tangisan.
Tak selamanya air mata berisi kesedihan.
Tak selamanya air mata menetes untuk sebuah penyesalan.

Pernahkah mendengar, air mata ini indah?
Air mata yang menetes untuk sebuah kemenangan, air mata yang tercipta untuk sebuah kebahagiaan yang sempurna, air mata yang keluar untuk pengungkapan sebuah rasa cinta, bahagia dan keindahan.

Air mata dapat menyampaikan segala macam perasaan. Baik itu kesedihan atau kebahagiaan. Air mata dapat menyampaikan sejuta makna, karena air mata tak dapat dibaca dengan mata, hanya dapat diartikan dengan hati.

Air mata selalu berbicara. Menggantikan mulut yang diam seribu bahasa. Tak perlu kata untuk mengartikan. Cukup hati yang membaca air mata.

Biarlah air mata yang berkata, jika memang lidah tak mampu berucap. Biarlah air mata ini mengalir, menyampaikan pesan penuh arti.

Air mata ini indah. Indah karena kebahagiaan yang begitu besar, entah berbagai macam bentuk kebahagiaan. Intinya air mata ini sudah menjelaskan betapa besar bahagia itu kita rasakan.
Air mata ini tak untuk sebuah kesedihan. Air mata ini tak untuk sebuah penyesalan. Karena air mata ini berharga untuk sebuah senyuman.

Tak selamanya tangisan adalah air mata kesedihan.
Tak selamanya tangisan adalah air mata penyesalan.
Bahagia juga dapat diungkapkan, dengan air mata yang penuh cinta dan kasih sayang.

Air mata ini bentuk kejujuran, melawan kata-kata yang disampaikan lisan. Air mata ini bentuk kebahagiaan, dari perasaan yang teramat dalam.


Sumber gambar:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Yang Fana adalah Waktu

Judul Buku : Yang Fana Adalah Waktu Penulis : Sapardi Djoko Damono Tahun Terbit: 2018 Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Tebal : 146 halaman ISBN : 978-602-03-8305-7 Genre : Fiksi Pernah menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship ? Bagaimana rasa rindunya? Bagaimana penantiannya? Bagaimana rasa saling percaya yang ditumbuhkan? Begitu pun bagaimana menjaga hati agar tetap setia? Barangkali novel ketiga dari Trilogi Hujan Bulan Juni milik Sapardi Djoko Damono bisa menggambarkannya. Sinopsis Berkisah tentang Sarwono yang ditinggal pergi kekasihnya Pingkan, untuk menempuh pendidikan di Jepang. Mereka menjalani hubungan jarak jauh Solo-Kyoto Jepang, tapi tetap saling kirim kabar. Hingga suatu hari kepercayaan diantara keduanya sempat pudar, sebab ada orang ketiga yang membuatnya nyaman. Hal yang paling sulit dari hubungan jarak jauh adalah menjaga perasaan. Masing-masing dari mereka paham betul hati mereka tertuju pada siapa. Tapi, y...

Baalveer: antara dongeng dan modernitas

source.net Dengan memanggil namanya, dia akan datang untuk menyelamatkan. Dengan melihatnya di tv, dia muncul bak superhero abad 20 yang begitu terkenal. Julukannya ‘pahlawan penyelamat anak-anak’. Serial India sedang membanjiri tanah air. Dimulai dari film, sinetron, hingga artis dari negeri Bollywood itu dicintai tayang di Indonesia. Hampir setiap tv terdapat tayangan yang berasal dari India. Salah satu serial drama yang saat ini hadir setiap hari di tv (sebut saja antv) menjadi salah satu tayangan favorit anak-anak. Baalveer, seorang anak yang terlahir dari peri bernama Baal Peri menjadi sosok yang paling dicintai anak-anak. Dengan baju berwarna oren, berselendang merah, serta tongkat sakti sebagai senjatanya, membuat dia dijuluki pahlawan bagi anak-anak. Di sela-sela pekerjaannya menyelamatkan anak-anak, dia pun sering muncul di tv. Mengapa Baalveer di tv? Beberapa episode Baalveer, ia sering tampil untuk mengklarifikasi segala hal yang berkaitan dengan anak-anak. Ter...

Lepas Setahun

Tepat di tanggal hari ini adalah setahun aku berhenti kerja dari seorang marketing di bidang kesehatan. Alasan memilih berhenti yang sudah aku pertimbangkan dengan matang, adalah memilih keluarga. Hasilnya, sebulan aku dihadiahi dengan positif kehamilan. Tapi kenangan itu masih tetap ada, juga pengalaman.  Sempat terpikir ketika masih bekerja dan belum menikah, aku memiliki keinginan untuk menjadi ibu rumah tangga. Rasanya lelah bekerja dari pagi hingga sore, dan baru gajian di akhir bulan membuat pikiran semacam itu terlintas. Aku ingin dinafkahi saja, dan menikmati hasil kerja suami tanpa berusaha sendiri. Hasilnya, pikiran yang hanya sekelebat itu terwujud sudah setahun lamanya.  Semua yang aku bayangkan waktu masih bekerja dulu ternyata jauh dari kenyamanan. Sehari, dua hari, sampai seminggu, rasanya bosan sekali berada di rumah sendirian. Aku bingung hendak melakukan kegiatan apa. Pekerjaan rumah yang tiada habisnya, atau menonton episode drakor yang berganti setiap mingg...