Langsung ke konten utama

Ayo Semangatlah!

Di waktu yang banyak ini tapi aku lebih memilih waktu yang singkat
Waktu yang seharusnya bisa untuk banyak hal
tapi aku menggunakannya hanya untuk satu hal
Tidak produktif sekali rasanya
Hanya berdiam dan tak melakukan apa-apa
Aku tak mau seperti ini
Bisanya hanya diam dan tak ada aksi
Terkadang iri melihat teman yang aktif
Tapi diri sendiri tak bisa mengikuti

Jadi diri sendiri memang lebih baik
Tapi jika diri ini tak baik apakah tetap akan diikuti?
Kupikir tidak, karena aku mulai tersadar
Aku mulai bangun dari tidurku yang panjang
Siang mulai datang dari malam yang menutupi sinarnya
Cahaya mulai terlihat dibalik mendungnya awan
Tertatih langkah ini, aku berniat untuk berjalan

Jalan masih panjang
Tak ada kata terlambat, meski kata ini hanya hiburan
Semangat ini harus dihidupkan dari rasa malas yang terlanjur menutupi pikiran
Tak ada penyesalan selagi kita mau berubah
Tak ada penyesalan sekalipun kita tetap diam
Namun yang ada hanya kebodohan
Kebodohan karena kita tak pernah sadar
Dari segala tindakan yang terlanjur salah kaprah

Ayo bangun dan tersadarlah
Ayo bangun dan beraksilah
Ayo bangun dan teriakanlah
Ayo bangun dan guncangkanlah

Hilangkan rasa malas dan kebodohan ini
Buatlah menjadi semangat yang membakar jiwa
Selagi muda tak pernah ada kata menyesal
Setelah tua barulah kita merasakan
Ukir dan warnai dunia dengan segala tindakan dan aksi nyata
Berbagi pada sesama
Untuk hidup yang lebih indah
Karena semua berawal dari diri kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Yang Fana adalah Waktu

Judul Buku : Yang Fana Adalah Waktu Penulis : Sapardi Djoko Damono Tahun Terbit: 2018 Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Tebal : 146 halaman ISBN : 978-602-03-8305-7 Genre : Fiksi Pernah menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship ? Bagaimana rasa rindunya? Bagaimana penantiannya? Bagaimana rasa saling percaya yang ditumbuhkan? Begitu pun bagaimana menjaga hati agar tetap setia? Barangkali novel ketiga dari Trilogi Hujan Bulan Juni milik Sapardi Djoko Damono bisa menggambarkannya. Sinopsis Berkisah tentang Sarwono yang ditinggal pergi kekasihnya Pingkan, untuk menempuh pendidikan di Jepang. Mereka menjalani hubungan jarak jauh Solo-Kyoto Jepang, tapi tetap saling kirim kabar. Hingga suatu hari kepercayaan diantara keduanya sempat pudar, sebab ada orang ketiga yang membuatnya nyaman. Hal yang paling sulit dari hubungan jarak jauh adalah menjaga perasaan. Masing-masing dari mereka paham betul hati mereka tertuju pada siapa. Tapi, y...

Baalveer: antara dongeng dan modernitas

source.net Dengan memanggil namanya, dia akan datang untuk menyelamatkan. Dengan melihatnya di tv, dia muncul bak superhero abad 20 yang begitu terkenal. Julukannya ‘pahlawan penyelamat anak-anak’. Serial India sedang membanjiri tanah air. Dimulai dari film, sinetron, hingga artis dari negeri Bollywood itu dicintai tayang di Indonesia. Hampir setiap tv terdapat tayangan yang berasal dari India. Salah satu serial drama yang saat ini hadir setiap hari di tv (sebut saja antv) menjadi salah satu tayangan favorit anak-anak. Baalveer, seorang anak yang terlahir dari peri bernama Baal Peri menjadi sosok yang paling dicintai anak-anak. Dengan baju berwarna oren, berselendang merah, serta tongkat sakti sebagai senjatanya, membuat dia dijuluki pahlawan bagi anak-anak. Di sela-sela pekerjaannya menyelamatkan anak-anak, dia pun sering muncul di tv. Mengapa Baalveer di tv? Beberapa episode Baalveer, ia sering tampil untuk mengklarifikasi segala hal yang berkaitan dengan anak-anak. Ter...

Lepas Setahun

Tepat di tanggal hari ini adalah setahun aku berhenti kerja dari seorang marketing di bidang kesehatan. Alasan memilih berhenti yang sudah aku pertimbangkan dengan matang, adalah memilih keluarga. Hasilnya, sebulan aku dihadiahi dengan positif kehamilan. Tapi kenangan itu masih tetap ada, juga pengalaman.  Sempat terpikir ketika masih bekerja dan belum menikah, aku memiliki keinginan untuk menjadi ibu rumah tangga. Rasanya lelah bekerja dari pagi hingga sore, dan baru gajian di akhir bulan membuat pikiran semacam itu terlintas. Aku ingin dinafkahi saja, dan menikmati hasil kerja suami tanpa berusaha sendiri. Hasilnya, pikiran yang hanya sekelebat itu terwujud sudah setahun lamanya.  Semua yang aku bayangkan waktu masih bekerja dulu ternyata jauh dari kenyamanan. Sehari, dua hari, sampai seminggu, rasanya bosan sekali berada di rumah sendirian. Aku bingung hendak melakukan kegiatan apa. Pekerjaan rumah yang tiada habisnya, atau menonton episode drakor yang berganti setiap mingg...